Sunday, October 25, 2009

Para ilmuwan mengidentifikasi penyebab kehancuran peradaban suku Maya

Selama 1200 tahun suku Maya mendominasi Amerika Tengah. Pada puncak kejayaannya sekitar tahun 900 Masehi, kota-kota Maya dipadati oleh sekitar 2.000 orang per mil persegi, sama dengan kota Los Angeles saat ini. Bahkan di wilayah pedesaan, penduduknya tetap menunjukkan jumlah yang besar, 200 - 400 orang per mil persegi. Namun tiba-tiba, semuanya menjadi sunyi. Dan kesunyian ini adalah saksi salah satu kehancuran demografis dalam sejarah umat manusia, runtuhnya peradababan suku Maya.


Beberapa pembaca blog ini bertanya : Apa yang menyebabkan peradaban Maya yang luar biasa runtuh begitu saja ? Pertanyaan ini tepat waktunya karena baru-baru ini, yaitu pada tanggal 6 Oktober 2009, nasa merilis hasil penelitian mereka mengenai penyebab kehancuran peradaban Maya. Jadi informasi ini masih termasuk baru.

Jadi apa yang terjadi ? Beberapa peneliti yang dibiayai oleh NASA berpikir bahwa mereka mengetahui jawabannya.

"Mereka menyebabkan kemusnahan mereka sendiri," Kata arkeolog veteran Tom Sever.

"Suku Maya sering digambarkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam keharmonisan dengan lingkungannya," Kata mahasiswa PhD Robert Griffin. "Namun seperti kebudayaan lain sebelum dan sesudah mereka, mereka menebang hutan dan menghancurkan lingkungannya untuk bertahan hidup di masa sukar."

Menurut para peneliti, musim kemarau panjang muncul pada waktu yang bersamaan dengan hilangnya peradaban bangsa Maya. Dan pada saat kehancurannya, penduduk Maya juga menebang begitu banyak pohon untuk menyediakan lahan jagung bagi populasi mereka yang terus berkembang. Selain itu mereka juga menebang pohon-pohon untuk membuat kayu bakar dan membuat bangunan.

"Paling sedikit mereka harus menebang sekitar 20 pohon untuk memanaskan batu kapur hanya untuk membuat plester kapur seluas 1 meter persegi yang digunakan untuk membangun kuil megah, waduk dan monumen," Kata Sever menjelaskan.

Ia dan timnya menggunakan simulasi komputer untuk merekonstruksi bagaimana penggundulan hutan memainkan peranan penting dalam memperburuk musim kemarau yang melanda. Mereka juga mengisolasi efek penggundulan hutan dengan menggunakan model iklim komputer yang terbukti akurat : PSU/NCAR mesoscale atmospheric circulation model, yang juga dikenal dengan sebutan MM5 dan Community Climate System Model atau CCSM.

"Kami membuat model untuk skenario terbaik dan terburuk : pertama, 100 persen penggundulan hutan di wilayah Maya dan kedua, tidak ada penggundulan hutan," Kata Sever. "Hasilnya mengejutkan. Hilangnya semua pohon ternyata dapat menyebabkan temperatur naik 3-5 derajat dan curah hujan berkurang 20-30 persen."

Hasil penelitian ini memang memberikan informasi baru, namun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai mekanisme runtuhnya suku Maya. Catatan arkeologi mengungkapkan bahwa walaupun sebagian kota-kota Maya lenyap pada masa kemarau panjang, beberapa kota berhasil bertahan.


"Kami percaya bahwa kekeringan panjang membawa dampak berbeda di wilayah yang berbeda." Kata Griffin. "Kami juga percaya bahwa naiknya temperatur dan berkurangnya curah hujan yang diakibatkan oleh penggundulan hutan menyebabkan masalah serius kota-kota Maya."

Suku Maya melakukan penggundulan hutan dengan menggunakan metode agrikultur tebang dan bakar, sebuah metode yang masih digunakan oleh mereka hari ini.

"Kita tahu bahwa setiap 1 hingga 3 tahun setelah menanami sebuah lahan, lahan tersebut harus didiamkan selama sekitar 15 tahun untuk memulihkan mineral-mineralnya. Pada masa itu, pohon-pohon dan vegetasi dapat tumbuh kembali di lahan itu sementara kita dapat menebang dan membakar wilayah lain untuk ditanami."

Namun, apa jadinya jika kita tidak mendiamkan sebuah lahan cukup lama untuk memulihkan mineralnya ? Dan apa jadinya jika kita terus menebang hutan untuk memenuhi kebutuhan makanan yang terus bertambah ?

"Kami percaya itulah yang terjadi," Kata Griffin. "Suku Maya menebang habis sebagian besar wilayah dan mereka melakukan pertanian secara berlebihan."

Kekeringan bukan hanya membawa kesulitan untuk pertanian, namun suku Maya juga mengalami kesulitan menyimpan air untuk persediaan musim kemarau.

"Kota Maya mencoba untuk menyimpan persediaan air 18 bulan di waduk," Kata Sever. "Contohnya, di Tikal ada waduk yang menampung jutaan galon air. Tapi tanpa curah hujan yang cukup, waduk itu menjadi kering." Kelaparan dan kehausan melanda. Dan selanjutnya menjadi sejarah.

"Di beberapa kota Maya, kuburan massal yang ditemukan berisi beberapa kelompok tengkorak dengan potongan batu jade di giginya, yang memang biasanya hanya dipakai penduduk kelas atas suku Maya. Hal ini mungkin menunjukkan adanya pembunuhan massal para kaum aristokrat." Kata Sever lagi.

Ia percaya bahwa penggundulan hutan dan kemarau yang menyebabkan kelaparan mungkin telah membawa akibat lainnya seperti perang saudara dan wabah penyakit.

Banyak fakta yang terungkap ini berasal dari pencitraan gambar oleh satelit. "Dengan menginterpretasikan data infra merah satelit, kami mengidentifikasi ratusan kota-kota kuno Maya yang ditinggalkan yang bahkan sebelumnya tidak pernah diketahui.

Suku Maya menggunakan plester kapur sebagai fondasi pembangunan kota-kota mereka yang penuh dengan kuil-kuil indah, observatori dan piramid. Selama ratusan tahun, Kapur tersebut meresap kedalam tanah. Hasilnya, vegetasi di sekitar reruntuhan bangunan Maya terlihat berbeda dalam pencitraan infra merah, bahkan sampai hari ini."

"Teknologi ruang angkasa telah merevolusi arkeologi." Sever menyimpulkan."Kami menggunakannya untuk menyelidiki tragedi masa lampau untuk mencegah hal itu terjadi di masa kini."

Notes :
Mungkin banyak dari kita yang belum tahu bahwa yang lenyap dari suku Maya hanyalah kerajaan dan peradaban yang menyertainya, sedangkan saat ini keturunan suku Maya masih tersebar dengan luas di wilayah Mexico, Guetamala, Honduras dan El Salvador dengan populasi sekitar 7 juta orang.

Oh ya, penyebab kehancuran suku Maya yang diakibatkan oleh penggundulan hutan mirip dengan penyebab kehancuran peradaban Easter Island. Jadi mungkin anda juga ingin membaca mengenai
Easter Island dan Moai.

(science.nasa.gov)

Share on Facebook
Bookmark and Share

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
Comment Page :

39 comments:

GAMBAR TERPANAS - PICTSEL.CO.CC said...

Wah, kalo gitu bisa saja Peradaban kita bernasib sama seperti suku Maya.. apalagi masalah Global Warming dan perubahan iklim sekarang makin menjadi-jadi!

Anonymous said...

keindahan arsitektur kuil-kuil peradaban maya harus di bayar mahal dengan penggundulan hutan. Ini membuktikan bahwa peradaban yg maju juga bisa hancur kalau kita tidak menjaga alam. Soal ada atau tidaknya global warming seperti yg dibahas di artikel sebelumnya juga tidak bisa di jadikan alasan untuk merusak bumi kita ini dan jangan terlalu berharap kita bisa tinggal di mars

gatotkaca_coy said...

mmm gt.pljrn bagus bang.stop illegal logging. pak pulisi tulung pak.

sini ngarep,pulisi pura2 budek
(ngga gitu kan pak yaaaaa)

Anonymous said...

seravina disini,
hmm.. manusia itu bom berjalan untuk dirinya sendiri...

hmm...kykna ga pernah belajar ma kesalahan masa lalu ya.. pdhal bnyk kebudayaan yg ancur gara2 pembangunan besar2an..

Anonymous said...

Bagus Bro, oya request mengenai pecahan tembikar di Peru yang bergambar manusia dengan dinosaurus, itu emang beneran atau hoax, juga mengenai fosil Trilobita [ kalo ga salah ] yg katanya keinjek ama jejak sepatu manusia

Thanx

rahasia yang terabaikan said...

Nah...mungkin kehancuran bangsa maya itu bisa kita alami klo kita ga ati2..ya ga?hehe...pa kabar bang!keep smile every day..........artikelnya wis tak download...hehe buat koleksi di rmh bang....pkoe ikhlas ya?wahaha.....met mlm!

UFONESIA said...

sindiran untuk kita penduduk bumi yang sering menebang pohon sembarangan/ilegal loging.

kalau boleh tanya bagaimana pendapat anda tentang rumor bangsa maya yang sebetulnya adalah entitas dari luar bumi..?

enigma said...

Sy tdk percaya. Soalnya menurut saya walaupun maya memang cerdas, tp org cina dan mesir kuno jg memiliki kecerdasan yg luar biasa jg.

Alfyori said...

Info bagus! Stop penggundulan hutan!
Lanjutkan menghijaukan bumi ini, mulai dari sekitar kita...

cholid __G (cholid zufar) said...

hancur biarlah hancur ini sudah berlalu saat belum harusnya dipertahan kan

Mihael Keehl said...

posting yg ilmiah bgt!! bagus!! jjur dari kemaren bosen ngeliat hoax terus

Dionn D'deua said...

wahh... keren eyy...
hebat!! salut deh kk enigma...
saya mendukung terus!!

Awila said...

Bang Enigma,,
akhirnya yang q tunggu datang juga.. Penjelasan mengenai suku maya. Ga nyangka, ternyata mereka "kalah" melalui seleksi alam..

Kalau begitu menurut abang apakah situasinya mirip dengan Atlantis?

Kemudian diatas dijelaskan bahwa mereka mengalami kekeringan krn penggundulan hutan. Rasanya cukup ironis ya bang, di satu sisi mereka "diakui" sebagai bangsa dengan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tinggi, tapi disisi lain mereka kurang perduli dengan lingkungan dan lebih memilih mengorbankan hutan demi kuil2 mewah..

Maaf kalau ada salah kata ya bang, cuma ingin bertukar pikiran..

Keep posting ya bang Enigma :)

Boy said...

Ada dua pilihan:
1. Semakin tinggi peradaban, maka semakin punah
Atau
2. Semakin tinggi peradaban, maka semakin bijaksana

bow said...

om enigma saya barusan membaca sepintas tentang blue beam project apa om bisa membahasnya,,

terimah kasih sebelumnya

kawan said...

kurang setuju juga dengan anggapan suku maya kalah dalam seleksi alam, pada masa itu kondisi bumi cenderung lebih kondusif meskipun seleksi alam tentu saja berjalan, namun seleksi alam tidak akan memusnahkan suatu peradaban mapan dalam waktu yang relatif singkat, katakanlah seratus tahun atau dua ratus tahun tetap tidaklah cukup.
menurut artikel di atas di katakan bahwa penyebab kehancuran suku maya adalah karena perbuatan mereka sendiri, mereka menghancurkan penopang hidup mereka.

aende said...

Penelitian terbaru mengenai musnahnya suku nazca line juga katanya dikarenakan penebangan pohon huarango di daerah tersebut untuk kepentingan pembuatan garis dan gambar tertentu sebagai bagian ritual mereka.
kebetulan penyebabnya sama atau sengaja dibuat sama untuk kampanye global warming?

Anonymous said...

.ako gk rela lok bsok kiamat. . .
.sl.e rong gendong anak je. . .
.oke tmen". . .
hahahha

Anonymous said...

aku sama sekali gk percaya .gk blazzzz....gorong puas'e pacarane.... rong dwe anak coy,,,, jadi bikin takut ja''''' aq juga gk mau kehilangan smwa orang yg q kenal,sayang,pernah ktemu,pernah,,smwa nya berarti bangetzz bwt ngisi daftar hidup di bumi,,,,,

Anonymous said...

cara hitungan kalender maya gimana y orang itu dulu.........klo kte sekarang kan 1 hari 24 jm,1 minggu 7 hari. dst..ini berdasarkan rotasi bumi...en matahari....aku tanya ni lae....horasssssss.....

Venomscorpion said...

Bang Enigma sudah pernah baca buku Charles C. Mann yg judulnya "1491: New Revelations of the Americas before Columbus"?

Kebetulan saya punya buku itu. Di situ dijelaskan panjang lebar ttg kebudayaan2 di benua Amerika dari lahirnya, perkembangannya sampai runtuhnya, termasuk sebab2 runtuhnya. Kalau saya tidak salah ingat, kebudayaan Maya runtuh selain karena bencana kekeringan yg disebabkan oleh penggundulan hutan, juga karena Perang Saudara, perebutan kekuasaan antara pemimpin2nya.
Nanti deh aku lihat lagi bukunya. Kalo ada tambahan info aku share di sini.

venomscorpion said...

Ini tambahan info yg saya dapat dari buku Charles Mann tsb.

1. Teori bhw kejayaan Maya runtuh krn kerusakan lingkungan yg disebabkan penggundulan hutan, pertama kali dikemukakan pada thn 1930-an oleh Mayanist terkenal Sylvanus G. Morley dari Univ. Harvard. Sejak itu sejumlah penelitian dilakukan utk membuktikan kebenaran teori tsb. Saya rasa hasil penelitian yg mas Enigma ungkap di artikel ini adalah salah satunya.

2. Pada thn 526-628 M, terjadi perang besar antara 2 kerajaan besar, kerajaan Kaan dan Mutal (skrg disebut Tikal) yg masing2 didukung oleh sekutu2nya. Setelah perang usai, meskipun penduduk terus bertambah, kejayaan kerajaan2 tsb jauh menurun.

3. Antara tahun 800-900 M terjadi kemarau panjang (tepatnya kurang curah hujan). Dampak kemarau ini paling terasa di kerajaan yg ada di selatan yg mengandalkan pertanian. Tapi beberapa kerajaan di Utara, spt Chichen Itza masih bisa bertahan karena mereka lbh mengandalkan ekonominya dari sektor perdagangan. Info di wikipedia menyebutkan Chichen Itza runtuh di abad 13 krn ditaklukkan kerajaan lain.

nonsky said...

seperti itulah kelak nasib peradaban kita, sudah mulai terlihat gejalanya koq.

Jovi said...

saya kurang setuju kalo dikatakan penyebab punahnya peradaban maya karena penebangan hutan, karena semua itu butuh proses (setuju dengan yang posting bernama "kawan") yang panjang. Sejarah mengatakan bahwa peradaban suku maya yang tinggi tiba2 menghilang bukan berangsur-angsur menghilang. Memang banyak orang2 dari kalangan skeptis selalu beranggapan punahnya peradaban yang tinggi dulu dengan alasan2 ilmiah yang menurut mereka masuk akal. Iya benar, masuk akal bagi kita era sekarang, apakah masuk akal bagi kita jika kita juga hidup di masa mereka hidup dan kita dengan kemampuan kita (pada saat itu) mampu membangun bangunan setinggi itu dan dengan bahan sebesar itu ????? Mana penjelasan ilmiah yang mampu menjawabnya ??? rasanya kita perlu mengakui peradaban yang lalu jelas jauh lebih tinggi dari peradaban kita yang sekarang walaupun kita selalu mengganggap diri kita sekarang yang paling canggih (modern). KITA SEKARANG SAJA dengan technology yang canggih belum tentu mampu membuat Crystal Schull, Apakah Anda yakin suku maya dengan peradaban yang canggih dulu TIDAK MEMPUNYAI PEMIKIRAN akan akibat dari penebangan hutan sehingga mereka melakukan itu ???????? saya yakin TIDAK. bukan penebangan hutan penyebab musnahnya peradaban Maya yang tinggi itu.

adhe said...

peradaban suku maya menghilang bs jd adanya seleksi alam spt eranya dino2 tuh. Tp bs jd mrk menyalahi hukum Yg Maha Kuasa dan dimusnahkan. Just teori dan ini yg aq yakini.
Tp byk kan cerita nabi2 yg umatnya dimusnahkan krn tdk patuh dg hkm Tuhan.
Tul ga bang?

nearmello said...

wow, klo menurut artikel yg saya baca sbelumnya, mreka pindah ke mars, apalagi katanya di mars ditemukan 9 piramida, kirain orang maya yg buat
(wkwkwkw bercanda)

tp stelah baca artikel ini lebih masuk akal, tapi ini jg masih dugaan, ngga mungkin toh mreka tau saat itu lg ada penggundulan hutan atau tidak...

Anonymous said...

mosok ngapusi..............................................................................

cacao said...

wow, awesome, saya mau nyari tau ttg bgaimana hilangnya peradaban suku maya, dan ternyata ada di sini, keep posting~!

cah_bayou said...

SAYA setuju teori diatas, persis dengan situasi yg tergambar di filmnya Mel gibson "APOCALYPTO".
kerusakan hutan &alam, akibatnya wabah menyebar...

jangan sampai indonesia bernasib sama cuma gr2 keserakahan cukong2 besar gunduli hutan indonesia...
Go GReen!!

Anonymous said...

Saya kurang jelas apa yang terjadi sehingga peradaban maya punah, tetapi manusia memainkan peran besar dalam penghancuran alam. Kemungkinan besar karena itu. kecuali planet x (becanda)

maverick luciano said...

bro enigma, ada sumber lain yang mengatakan bahwa suku maya lenyap dalam sehari semalam? apakah itu benar? klo ad blognya boleh ya di tampilkan... makasih..

Anonymous said...

enigma ngasi pencerahan deh.. wajib dibaca ama yang ketakutan ama kiamat 2012

Post a Comment