Sunday, December 19, 2010

Stonehenge - Sejarah dan Bagaimana monumen ini dibangun?

Di lokasi situs purba Wiltshire, Inggris, terdapat sebuah monumen misterius yang sejak lama menjadi objek perdebatan dan kontroversi. Monumen yang disebut stonehenge itu terdiri dari batu-batu raksasa yang disusun dengan rapi. Bagaimana monumen ini dibangun? Oleh siapa? dan untuk apa? Benarkah monumen ini dibangun oleh kaum raksasa atau alien?


Apa yang membuat monumen ini begitu membingungkan adalah kenyataan kalau monumen ini didirikan oleh sebuah kebudayaan yang tidak memiliki catatan-catatan sejarah. Ini menambah aspek kemisteriusan dari Stonehenge itu sendiri.

Monumen Stonehenge yang memiliki diameter sekitar 90 meter ini terletak di Wiltshire, 13 kilometer dari Salisbury. Monumen ini adalah salah satu monumen megalitik yang paling ternama di dunia. Beberapa penulis percaya kalau monumen ini dibangun oleh para alien, yang lain percaya kalau monumen ini dibangun dengan kekuatan supranatural. Menurut mereka, mustahil manusia masa lampau dengan teknologi purbanya mampu membangun monumen yang sedemikian besar dan rumit.

Benarkah demikian? Bisakah kita menduplikasi pembangunan monumen sejenis ini dengan teknologi seadanya?

Pada tulisan ini, saya akan menceritakan sejarah singkat Stonehenge dan teori baru mengenai tujuan pendirian dan cara konstruksinya. Paling tidak, ada pandangan alternatif selain teori supranatural atau alien.

Sejarah pembuatan Stonehenge
Walaupun ada beberapa teori yang bervariasi, para arkeolog umumnya sepakat kalau monumen ini pertama kali didirikan pada tahun 3.500 SM dalam beberapa fase.

Pada tahun 3.500 SM, masyarakat semi nomadik yang disebut Windmill Hill people (3.500 - 2.600 SM) yang mendiami wilayah Salisbury mulai membangun monumen tersebut. Konstruksi awalnya dimulai dengan membuat 56 lubang yang membentuk formasi lingkaran. Lubang ini kemudian diberi nama Aubrey Hole karena ditemukan pertama kali oleh John Aubrey. Lalu, batu pertama yang disebut Heel Stone setinggi 4,9 meter diletakkan di pintu masuk formasi tersebut.

Beberapa ratus tahun kemudian, masyarakat Beaker (2.600 - 2.510 SM) membawa 80 blok batu bluestone yang masing-masing memiliki berat sekitar 4 ton dari sebuah pertambangan di gunung Prescelly yang jaraknya sekitar 240 mil. 80 blok batu yang disebut megalith ini kemudian disusun sehingga membentuk dua lingkaran konsentris.

Sebagai informasi, yang disebut bluestone disini tidak merujuk kepada istilah geologi. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada batu-batuan asing yang bukan berasal dari lokasi tersebut. Dalam kasus Stonehenge, batuan bluestone yang digunakan adalah dari jenis Preseli Spotted Dolerite yang lebih keras dari batu granit.

Setelah penyusunan bluestone, pembangunan bagian luar monumen mulai dikerjakan oleh Wessex People (2.600 - 2.510 SM). Kali ini, para arsitek tersebut menggunakan 30 batu raksasa. Batu-batu yang disebut Sarsen ini memiliki berat masing-masing sekitar 25 ton dengan tinggi sekitar 4 meter dan diperkirakan dibawa dari Marlborough Downs yang jaraknya sekitar 20 mil dari lokasi.

Pertanyaaannya adalah bagaimana cara mereka membawa batu sebesar itu dari jarak yang cukup jauh? Lalu, jika mereka berhasil membawanya, bagaimana cara mereka menegakkan batu tersebut dan menumpuknya?

Namun sebelum kita masuk ke situ, mari kita lihat beberapa teori mengenai siapa yang membangunnya dan untuk tujuan apa monumen ini dibangun.

Teori Merlin
Pada abad ke-12, sejarawan Inggris bernama Geoffrey of Monmouth menulis sebuah buku berjudul "Historia Regum Britanniae" (Sejarah raja-raja Inggris). Pada buku itu ia menyajikan legenda raja Arthur yang termashyur dan penjelasan mengenai bagaimana Stonehenge dibuat pertama kali. Menurut Geoffrey, bluestone yang digunakan untuk membangun stonehenge sesungguhnya berasal dari Afrika dimana para raksasa yang hidup pada masa lampau menjaga batu-batuan tersebut karena kemampuan penyembuhan yang dimilikinya.

Para raksasa tersebut kemudian membawa batu-batuan itu menuju gunung misterius Killaraus di Irlandia dimana mereka menyusunnya menjadi lingkaran raksasa. Jadi, disanalah batu-batuan itu berada untuk beberapa lama.

Ketika raja Inggris yang bernama Aurelius Ambrosius ingin membuat tugu peringatan bagi perajurit-perajuritnya yang gugur, penyihir Merlin menyarankannya untuk menggunakan batu-batu tersebut. Usul itu disetujui, lalu Merlin menggunakan kekuatan sihirnya dan memindahkan batu-batu tersebut serta membawanya ke Salisbury lewat laut.

Teori ini menggabungkan aspek legenda Inggris dengan kekuatan supranatural Merlin sang penyihir. Walaupun menarik, namun para peneliti tidak pernah menganggap serius teori ini.

Kuil bangsa Romawi
Pada tahun 1620, seorang arsitek Inggris eksentrik bernama Inigo Jones diperintahkan oleh raja Inggris, James I, untuk mendokumentasikan struktur dan sejarah Stonehenge. Pada tahun 1655, tiga tahun setelah kematian Jones, menantunya yang bernama John Webb mempublikasikan sebuah buku berjudul "Remarkable Antiquity of Great Britain, Vulgarly called Stone-Heng, Restored". Buku ini disebutnya berasal dari catatan dokumentasi yang diwariskan oleh Inigo Jones.

Dalam buku itu disebutkan kalau Stonehenge sesungguhnya adalah sebuah kuil gaya Tuscan yang didirikan oleh bangsa Romawi pada saat penjajahan mereka di Inggris pada abad ke-1 hingga abad ke-5. Kuil ini disebutnya untuk menghormati Coelus, salah satu dewa bangsa Romawi.

Namun, teori ini segera mendapat sanggahan dari banyak penulis lainnya karena umur monumen yang dipercaya jauh melampaui masa penjajahan Romawi di Inggris.

Tempat pemujaan kaum Druid

Teori menarik lain datang dari Dr.William Stukley, seorang dokter yang merangkap sebagai peneliti reruntuhan kuno. Dr.Stukley juga merupakan salah satu anggota Freemason Inggris yang ternama. Pada tahun 1740, ia menerbitkan sebuah buku yang berusaha menjelaskan asal-usul Stonehenge.

Menurutnya, pada tahun 460 SM, Inggris didatangi oleh sejumlah peziarah dari Timur tengah, kemungkinan bangsa Finisia, yang pernah tinggal di tanah Kanaan yang ditaklukkan oleh bangsa Israel. Para peziarah inilah yang mendirikan agama Druid yang kemudian membangun Stonehenge sebagai tempat pemujaan.

Namun, sekali lagi, teori ini tidak sesuai dengan umur Stonehenge yang dipercaya jauh melampau masa Druid.

Tempat pengamatan objek-objek angkasa

Teori ini dikemukakan oleh Sir John Lockyer. Ia adalah astronom ternama Inggris yang menemukan elemen helium. Pada tahun 1901, ia menulis sebuah paper yang mengasumsikan kalau beberapa bagian dari Stonehenge, yang disebut Heel Stone, pada awalnya sejajar dengan Summer Solstice (Hari terpanjang dalam satu tahun). Karena itu Lockyer berasumsi kalau monumen ini mungkin telah digunakan oleh para astronom kuno untuk mengamati objek angkasa.

Pada tahun 1965, teori ini diperkuat oleh astronom Amerika, Gerald Hawkins, yang dengan menggunakan komputer berhasil menemukan kalau 165 titik pada struktur Stonehenge memiliki keterkaitan dengan pergerakan matahari dan bulan. Ia mengajukan teori kalau Stonehenge mungkin adalah komputer masa purba yang digunakan untuk memprediksi gerhana bulan.

Namun, teori ini juga tidak akurat karena dengan mengacu pada anggapan Lockyer, Stonehenge seharusnya dibangun pada tahun 1.800 SM. Ini tidak sesuai dengan umur Stonehenge yang jauh lebih tua.

Tempat pemujaan masa perunggu

Teori lain dikemukakan oleh Sir John Lubbock, seorang arkeolog Inggris berpengaruh pada abad ke-19. Lubbock adalah arkeolog yang pertama kali menciptakan istilah Paleolithic dan Neolithic. Pada bukunya yang terbit tahun 1865, "Prehistoric Times as Illustrated by the Ancient Remains and Manners and Customs of Modern Savages", ia menunjukkan adanya kesamaan antara Stonehenge dengan struktur monolitik lainnya di dunia, terutama yang terdapat pada kuil-kuil di India.

Mirip dengan teori pemujaan Druid, Lubbock percaya kalau tempat ini sesungguhnya adalah tempat pemujaan yang didirikan pada masa perunggu. Ini juga dikonfirmasikan dengan penemuan sejumlah peralatan yang memang berasal dari masa perunggu di dekat lokasi Stonehenge.

Hebatnya, Lubbock berhasil menentukan umur Stonehenge secara akurat dan ia juga dengan tepat memperkirakan kalau monumen itu dibangun pada periode yang sangat lama.

Tempat penyembuhan
Pada tahun-tahun belakangan ini, terdapat teori baru mengenai monumen misterius ini. Ini dikarenakan ditemukannya tengkorak-tengkorak di dekat situs tersebut. Pada sisa-sisa tengkorak yang ditemukan, terdapat beberapa tanda seperti tengkorak yang sengaja dibuka. Tanda ini menunjukkan adanya prosedur operasi pada kepala yang bersangkutan.

Berdasarkan pada penemuan ini, Prof.Timothy Darvill dari Bournemouth University dan Prof. Geofrrey Wainwright, mengajukan teori kalau monumen ini mungkin telah digunakan sebagai lokasi penyembuhan bagi orang sakit, sejenis Lourdes masa purba.

Kompleks pemakaman
Masih berdasarkan pada penemuan sejumlah kerangka di Stonehenge, Prof. Mike Parker Pearson mengajukan teori ini. Ia sendiri telah mempelajari monumen ini sejak tahun 1998.

Prof. Pearson menemukan kalau pada tahun 2600 - 2400 SM terdapat sebuah pemukiman di dekat Stonehenge. Ia percaya kalau Stonehenge telah digunakan oleh masyarakat pemukiman tersebut sebagai kuburun massal. Dalam tulisannya di Washington Post tahun 2007, ia menyebut Monumen ini sebagai "kompleks pemakaman terbesar pada masa itu".

Pada saat ini, teori tempat pemujaan dan teori pemakaman adalah teori yang paling banyak diterima oleh para peneliti.

Bagaimana mereka membangunnya?
Baiklah, sekarang kita masuk ke misteri utamanya, yaitu bagaimana mereka membangunnya?

Seperti yang saya katakan, karena karakteristiknya yang misterius, monumen ini telah menjadi subjek perdebatan panjang mengenai cara pembuatannya. Berdasarkan pada pengetahuan yang dikenal sekarang, sepertinya tidak mungkin kalau bangunan ini didirikan oleh manusia pada masa itu karena tidak adanya teknologi yang dikenal untuk mengangkut atau mendirikan batu-batu besar tersebut.

Melihat pada kenyataan ini, sebagian penulis percaya kalau bangunan ini didirikan oleh alien. Teori ini pertama kali dipopulerkan oleh Erich Von Daniken, penulis buku "Chariots of the Gods" yang terbit tahun 1968. Menurutnya, astronot masa lampau (alien) yang mengunjungi bumi di masa lalu memiliki peran dalam pembangunan berbagai struktur megalitik di seluruh dunia, termasuk Stonehenge. Argumen pendukungnya adalah karena bentuk Stonehenge yang melingkar, persis seperti sebuah pesawat alien.

Tentu saja tidak ada yang bisa membuktikan teori ini. Lagipula, mungkin saja pemahaman kita mengenai teknologi masa lampau tidak cukup memadai sehingga kita "terpaksa" melihat alternatif spiritual atau alien.

Namun, pada tahun-tahun belakangan ini, sesungguhnya ada beberapa teori yang bisa menjelaskan mengenai cara Stonehenge dibangun.

Teori ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bagaimana menegakkan dan mengangkat batu-batu besar tersebut. Sedangkan yang kedua adalah bagaimana mengangkut batu-batu besar tersebut ke lokasi dari sebuah tempat yang cukup jauh.

Dua teori di bawah ini berurusan dengan cara menegakkan dan mengangkat batu-batu besar:

Wally Wallington dan prinsip daya ungkit
Satu metode yang cukup menarik adalah metode yang diajukan oleh Wally Wallington, seorang tukang kayu dari Michigan. Sebagai seorang tukang kayu yang berpengalaman selama 35 tahun, Wally telah menemukan cara untuk menggerakkan benda-benda berat dan besar hanya dengan menggunakan kayu. Rahasianya adalah daya ungkit atau leverage. Untuk menggerakkan sebuah batu besar, Wally membuat sebuah jalur dari kayu dengan karakteristik tertentu. Ketika sebuah batu besar ditaruh di atasnya, batu itu dengan mudah berpindah.

Wally mengatakan kalau metode yang digunakannya mungkin sama dengan metode yang digunakan oleh Edward Leedskalnin untuk membangun Coral Castle. Bahkan Wally mengklaim, kalau ia memiliki sumber daya dan waktu yang cukup, ia bisa membangun sebuah piramida tanpa menggunakan teknologi canggih.

Untuk menegakkan sebuah batu besar, Wally hanya menggunakan banyak potongan kayu yang digunakan sebagai pengganjal di tengahnya. Dengan cara ini, ia bisa menegakkan sebuah batu besar dalam waktu kurang dari satu hari.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, kalian bisa melihat rekaman di bawah ini.


(link youtube)

Kalian juga bisa mengetahui lebih jauh mengenai Wally dengan mengunjungi websitenya theforgottentechnology.com.

Pengangkatan dengan lift roda kayu
Jika kita terbiasa berpikir dengan teknologi kuno, kita bisa menemukan banyak cara kreatif untuk membuat monumen seperti Stonehenge. Seorang insinyur bernama Nick Weegenaar punya teori bagaimana mengangkat batu besar itu dan menaruhnya di atas dua batu. Ia mengajukan teori alat pengangkat dengan roda kayu alias Litho Lift.

Lihat gambar di bawah ini:

Dengan menggerakkan roda raksasa tersebut, maka otomatis batu besar yang terikat padanya bisa terangkat dan diletakkan di atas dua batu yang telah berdiri. Saat ini Nick sedang mengerjakan model roda tersebut untuk membuktikan teorinya. Walaupun belum dipraktekkan, namun beberapa insinyur yang telah melihat rancangannya percaya kalau mekanisme itu bisa bekerja dengan baik.

Selain teori Wally dan Nick yang berurusan dengan menegakkan dan mengangkat batu-batu raksasa, ini dua teori lainnya mengenai cara mengangkutnya:

Pengangkutan dengan keranjang dahan
Teori yang berhubungan dengan pangangkutan batu ini pertama kali dikemukakan oleh insinyur bernama Garry Lavin. Menurutnya, para arsitek Stonehenge mungkin telah menggerakkan batu-batuan tersebut dengan menggunakan keranjang dahan yang digunakan untuk membungkus batu-batuan besar tersebut. Cara ini telah dipraktekkan dan bisa dilakukan.

Menurut Garry: "Saya selalu beranggapan kalau membawa batu-batuan besar itu ke lokasi monumen adalah hal yang mustahil karena gesekan dengan permukaan tanah. Namun, kenyataannya, teknologi untuk melakukan itu selalu ada di sekitar mereka."

Keranjang dahan ini ternyata juga bisa mengapung di atas air. Dengan demikian, para pekerja tersebut dapat membawa batu-batuan tersebut lewat sungai. Dalam percobaan ini, Garry berhasil menggerakkan batu seberat satu ton. Ia sedang menyiapkan eksperimen untuk menggerakkan batu seberat lima ton.

Pengangkutan dengan jalur kayu dan bearing
Baru-baru ini, para peneliti menemukan banyak batu-batu berbentuk bola kecil di dekat monumen serupa Stonehenge di Aberdeenshire, Skotlandia. Ukuran bola-bola ini kira-kira seukuran bola cricket. Pada monumen Skotlandia itu, sebagian batu yang digunakan bahkan lebih besar dibandingkan Stonehenge.

Berdasarkan penemuan ini, para peneliti menyimpulkan kalau batu-batu besar yang ada di monumen itu mungkin telah diangkut dengan menggunakan bola-bola batu tersebut.

Jadi, tim dari universitas Exeter mulai mengadakan eksperimen.

Dalam eksperimen itu mereka membangun sebuah jalur kayu yang diatasnya diletakkan bola-bola batu yang berfungsi sebagai bearing. Ketika batu raksasa itu ditaruh diatasnya, maka dengan sangat mudah batu itu bisa berpindah tempat. Bahkan para mahasiswa bisa menggerakkan batu-batu raksasa itu hanya dengan dorongan sebuah jari tangan.

Berdasarkan eksperimen ini Prof. Bruce Bradley, direktur eksperimen arkeologi dari Universitas Exeter memperkirakan kalau sebuah batu raksasa bisa bergerak sejauh 10 mil dalam sehari.

Sebuah cara yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan teknologi tinggi. Banyak yang percaya kalau tim dari universitas Exeter ini telah berhasil memecahkan misteri pengangkutan batu-batu Stonehenge.

Memang, saat ini belum ada yang menduplikasi pembuatan Stonehenge secara lengkap, namun tidak bisa disangkal, dengan metode yang diajukan oleh para insinyur seperti Wally, Nick, Garry atau Universitas Exeter, kita memiliki cara pandang baru terhadap teknologi masa purba. Paling tidak, bukan sesuatu yang mustahil untuk membangun monumen megalitik dengan peralatan yang hanya tersedia di masa lampau.

Bangsa-bangsa kuno yang hidup ribuan tahun yang lalu ternyata tidak sebodoh yang kita duga.

Tim dari universitas Exeter berniat mengadakan eksperimen dalam skala penuh di waktu-waktu mendatang. Dengan demikian, kita bisa berharap satu persatu misteri Stonehenge akan terpecahkan dengan sempurna.


Share on Facebook
Bookmark and Share

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
Comment Page :

135 comments:

Anonymous said...

Pertamax !!

baca dulu nih, topik favorit ane nih

-Allerrio-

triandykurniawan said...

Kedua.
Wah ngepost jm sgni. Gk ngeliat indonsia?
This's My fav blog.
Andienotdie

Wildan Anas Pratita said...

gak pertamaxxx juga gak papa... yang penting... baca artikelnya sob... !!!

triandykurniawan said...

Kedua.
Wah ngepost jm sgni. Gk ngeliat indonesia?
This's My fav blog.
Andienotdie

Anonymous said...

Pertamax kah??

wah, bro enigma, kebetulan, saya ada teman, dia punya guru spiritual yang katanya bisa melepaskan tubuh astralnya untuk jalan-jalan menembus ruang waktu.
Guru teman saya pernah jalan-jalan ke masa "itu" dan menjelaskan kalau stonehenge itu adalah Altar persembahan pada dewa, dengan korban manusia.
masuk akal sih, berhubung kerangka yang ditemukan itu berasal dari sekitar stonehenge,bukan di bawah batu susunan stonehenge itu sendiri (kalo di bawah batu saya setuju itu disebut makam)
trus, kalo masalah cara membangun stonehenge itu, saya lebih condong pada teori Wally Wallington, lebih sederhana namun cocok untuk manusia pada taraf kecerdasannya di zaman itu.
Tapi kalo tentang itu, guru teman saya berkata bahwa stonehenge itu diangkat dengan memakai tangan para pembangunnya (jadi raksasa itu bener-bener ada ya?)
Yaa sisanya sih saya serahkan pada bro enigma aja,Soalnya komen saya kesannya malah jadi mistis ya?
hihihi....

Nice Post Bro
-Allerrio-

ito said...

nice artikel mas enigma, kalau teori yang pertama soal rksasa itu gag bisa dibuktikan ya mas ?

Udikboy said...

Mantap bung enigma.. kalau sibuk banget boleh saya join utk membantu menulis kisah2 amazing dgn semangat atmosfer "enigma" hehe...

joko pakusumo said...

kadang" saya beranggapan bahwa jika manusia menciptakan mesin waktu dan kembali ke masa stonhenge dan akhirnya kecewa karena teknik untuk membangunnya hanya sepele hehehe, eh btw bang enig itu bisa aja dulu adalah gunung batu yg terkikis

TEORI EDAN BY JOKO PAKUSUMO

enigma said...

@Joko: saya kira itu bukan gunung yang terkikis. Coba deh nonton Wally, keren kan? hehe.

Anonymous said...

Hehehe... Baru kemaren2 ada baca berita ttg stonehenge yang diangkut dgn dahan rotan melingkar itu.. Hhihihi :D

joko pakusumo said...

@Mr.E
wahaha sori bang soalnya tadi saya belom liat videonya, btw kadang" teknologi manusia yg super canggih bisa dikalahkan dgn teknologi manusia yg masih tergolong sederhana ya bang

Anonymous said...

bro enigma saya mau crita nih.selama ini kan banyak kontroversi tentang bigfoot kan?dulu pas saya sd saya masi ingat bnget tetangga saya didepan rumahnya ada penjara didalamnya ada bigfoot.tapi dulu orang disni biasa aja tuh karena udah sering liat.tapi gak lama kemudian dua dua nya mati terus dibakar.sekarang saya udah sma.tapi benaran loh gak bohong.gedenya kayak manusia,lebih tinggi malah.

enigma said...

Ada dua bigfoot? itu di daerah mana? tahun berapa? ada fotonya nggak? Ditangkapnya dimana?

Haryadi Be said...

waduuh komen saya sebelumnya gagal,..

saya punya pendapat sedikit berbeda ttg peruntukan stonehenge ini. Sebagai tempat Terpidana dijatuhi hukuman mati.

Stonehenge lainya yang terbuat dari kayu dan berasal dari zaman yang sama(perunggu) kemungkinan untuk tempat menghukum kriminal ringan...

Tapi apa itu mungkin?

Anonymous said...

Good job indonesia.

Tp sy lbh ke evolusi budaya om. Aplgi pnemuan'a dr thn 3500sm, msa tdk trjd prubhan bdaya. Dan soal cra'a membangun'a sy stju dgn mrk smua.

Dan yg trpnting org lampau itu bknlah org bdoh. mrk smua org pntar krn pd jmn tsb bnyk trjd'a byk pnemuan yg sdrhna nmun mnjd dasar apa yg qta plajari skrg. Dan kitalah yg tinggal d jman perkmbangan, yg mengmbangkan apa yg tlah mrk tmukan. Jd justru mrklah yg plg pntar krna mrk pnemunya.

Krna sgala ssuatu itu dsrnya sdrhana hnya kita yg trlalu jauh untuk brpikir.

T.t

Gandhet Sukempo said...

Kalau teori tentang banguna tersebut dibangun oleh manusia2 raksasa pada jaman itu mungkin saja benar, sebab sudah dicatat dalam alkitab tentang kehidupan manusia2 raksasa.

Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
(Kejadian 6:4)

Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami. (Bilangan 13:33)

Hanya Og, raja Basan, yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi; bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa. (Ulangan 3:11)

dan yang masih tinggal dari Gilead beserta seluruh Basan, kerajaan Og, yakni seluruh wilayah Argob, aku berikan kepada suku Manasye yang setengah itu. -- Seluruh Basan ini disebut negeri orang Refaim (Refaim = giants = raksasa, red.). (Ulangan 3:13)

Anonymous said...

and finally.. we got a new posting that we've been waiting for.. Nice posting! thank a lot, Bro E..!

anak baru said...

saya lebih setuju ke pada teori Wally, Nick, Garry dan Universitas Exeter. teori itu telah kita pelajari waktu di sekolah dasar.

Anonymous said...

Mksd sy dr evolusi budya adlh tntg tjuan monumen tsb. Krn mnrt sy psti byk yg mnggunakan monument tsb shingga yg awlnya entah untk tjuan apa dgn brkmbngnya budaya ad phak lain yg mnggunakan'a untk tjuan lain.

Itu sisi lain dr cr pndang sy sori klo ngwur.

T.t

Anonymous said...

A2T : mungkinkah misteri tentang bagaimana patung-patung yang mengelilingi pulau easter itu sudah terpecahkan dengan kita mengacu pada teorinya wally?

eris-wald said...

menambahkan saja, apakah misteri pembangunan candi borobudur juga bisa dijawab dengan teori2 tsb???

Anonymous said...

wah hebat, hehe,, aku gagal pertamax, ketinggalan terus. Keep posting n tetap semangat. :)

dk afandi

rifaarif said...

tapi apakah kayu kayu yang dibuat untuk jalur tidak akan hancur atau patah ketika di tiban batu stonehenge yang seberat 25 ton itu?

Anonymous said...

alangkah bijaknya jika kita jadikan ini sebagai misteri yang akan terus membuat kita jadi manusia yg bergairah,bergairah karena masih banyak hal di dunia ini yg di luar imajinasi kita.the truth is out there (and keep that way)

Anonymous said...

@Gandhet Sukempo :

Mon Ami, maaf sebelumnya, tanpa bermaksud menyinggung apapun disini, tetapi saya kurang setuju jika mengaitkan unsur Agama dengan realita disini, karena kedua hal itu kadang tidak sejalan dengan fakta dan logika.

Jika ada manusia Raksasa di jaman dahulu, yang mampu melihat manusia seperti belalang dan dengan menggunakan ranjang berukuran Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, tentu saat ini sudah di temukan peninggalan-peninggalan mereka berupa Fossil, atau peninggalan peralatan berukuran raksasa, atau malah tempat tinggal berukuran raksasa. Namun sampai sejauh ini menurut sepengetahuan saya, belum pernah ditemukan hal-hal seperti itu.

Saya lebih setuju dengan pendapat Prof. Bruce Bradley, juga pandangan mengenai kecerdasan orang di jaman dahulu (purbakala) yang tidak setertinggal seperti yang kita bayangkan. Karena selain Stonehenge ini, Masih banyak bangunan peninggalan masa lampau yang pembangunannya masih diperdebatkan dan belum terpecahkan bahkan oleh Tekhnologi masa kini, misalnya Piramida Giza, Angkor Wat, dsb yang termasuk The World Wonder.

Ataukah mungkin mereka juga menggunakan bantuan hewan purba (misalnya Mammoth) dalam mengangkut batu-batuan tersebut (seperti dalam film 10.000 BC) ?????

Who knows ????

Thanks Before...
Regards,
JMC

Anonymous said...

keren,,
teknologi jaman dulu emang kayaknya nggak seterbelakang yang kita kira...
teori2 yg dijelaskan di atas juga masuk di akal
btw, dimanakah situs pemakaman d Stonehengenya sendiri?? kok nggak ada fotonya??

keep posting Bang E !!

Anonymous said...

@allerio : wah mas, beneran temen anda punya guru spiritual yang bisa 'meraga sukma' ??
barangkali saya pingin berbincang dengan beliau, yaa bagaimanapun juga, banyak rahasia di dunia ini yang belum terpecahkan, dan sepertinya saya berasumsi jika kemampuan guru teman anda itu sedikitnya bisa mengobati rasa penasaran saya.
bukan hanya tentang stonehenge, tapi tentang segitiga bermuda, keberadaan lochness, misteri atlantis, dan lain sebagainya,
jika anda berkenan,tolong kirimkan no atau kontak yang bisa saya hubungi ke agus_salam@rocketmail.com

Untuk Mr.E, Ayo join aja bro, jalan2 lewat tubuh astral, siapa tahu bro E bisa dapat Nobel
haha,,,BTW Nice Post deh Gan!

Alfyori Karikatur said...

Eksperimen tim dari universitas Exeter menurut saya lebih masuk akal.

Tapi ada satu pertanyaan dibenak saya, apakah mrk selalu menempatkan rel di dataran rata? bagaimana jika melewati bukit?

Ini yang saya suka dari blog ini, selalu ada penjelasan ilmiahnya..Keep posting bro!

Kaega Agachi said...

Waahhh..mantaps benar..Aq suka yang kayak gini..menimbulkan banyak teori. semua mencoba menjelaskan bagaimana ini, bagaimana itu, kapan terjadinya dan untuk apa? haha..benar2 menarik. Mereka tahu umur tuh karya gi mana caranya ya, Bang? apa mereka meneliti umur batunya aja? Aq malah berpikir mungkin saja batu2 itu sebenarnya tidak diangkat, tapi dengan suatu cara bisa tersusun sedimikian rupa..hehe.

Haryadi Be said...

Anonim 32

Coba landing disini, lalu Klik Earth

http://tinyurl.com/27ngh6w

Anonymous said...

kuno sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebodohan

nice banget bang artikelnya

btw anonim yang cerita bigfoot itu bikin penasaran, ke mana udah tuh orangnya?


ufo believer

Anonymous said...

paragraf ke-1
...perdebatan dan kontorversi...
"kontorversi" ?? maksudnya -kontroversi- bukan?

Anonymous said...

Wah Teknologi purba terungkap baru milineum ini. Bisa saja kan para insiyur itu baru kepikiran sekarang cara membangunnya.

Anonymous said...

@JMC: jika berbicara soal raksasa, jangan selalu beranggapan kalau raksasa itu tingginya semonas. Manusia yang tingginya 3 atau 4 meter juga bisa disebut raksasa.
Anyway saya suka dengan komen Joko Pakusumo:

"kadang saya beranggapan bahwa jika manusia menciptakan mesin waktu dan kembali ke masa stonhenge dan akhirnya kecewa karena teknik untuk membangunnya hanya sepele"

Saya setuju sekali. Ini sebenarnya kayak lagi menonton ilusionist di panggung. Kita selalu heran dan berpikir "Mustahil dia bisa membelah manusia jadi dua. Pasti pake bantuan jin".
Dulu saya ingat, sewaktu david Copperfield datang ke Indonesia, beberapa media berspekulasi kalau David sebenarnya menggunakan kekuatan supranatural dalam aksinya. Spekulasi ini juga diteguhkan oleh beberapa paranormal.
Tapi, setelah waktu lewat, ternyata semuanya hanya trik.
Menurut saya, stonehenge, piramida dll pun seperti ini. Karena otak kita tahunya teknologi, robot, traktor dll, kita jadi tidak kreatif mermikirkan cara tradisional untuk memindahkan batu besar. Masa 30 orang nggak bisa memindahkan satu batu besar itu?
Atau mungkin, bisa saja pada masa itu ada gajah yang hidup di daerah itu (sekarang sudah punah misalnya). Tiga gajah pasti bisa memindahkan batu itu.
yang saya maksud adalah, apapun caranya, yang pasti membuat stonehenge bukan sesuatu yang mustahil.

-prof krauss-

Anonymous said...

@yudha........
ok gajah ya?
mungkin gak kalau misalnya brontosaurus yang memindahkannya?
diatas menjelaskan bahwa manusia sangat pintar pada masa itu dibanding pada masa sekarang.
kemungkinan besar manusia pada saat itu memanfaatkan atau menggunakan kepintarannya untuk membuat sesuatu dengan cara sesutu yang mungkin bisa mengendalikan sesuatu seperti binatang besar atau kekuatan besar yang ada hubungannya dengan terbang dan tenaga.
Batu Tumit (The Heel Stone) pada suatu masa dikenal sebagai Friar's Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Seekor jembalang telah membawa batu ini dari wanita di Irlandia, membalutnya, dan membawanya ke dataran Salisbury. Salah satu dari batu tersebut jatuh ke dalam Sungai Avon, bakinya dibawa ke dataran. Jembalang tersebut kemudian menjerit, "Tak seorang pun akan tahu bagaimana batu ini di bawa ke sini." Seorang pendeta menjawab, "Itu yang kaupikirkan!" Dengan itu jembalang tersebut melontarkan batu kepadanya dan mengenai tumitnya. Batu tersebut tersebut melekat di tanah dan tetap di situ.

Sebagian pendapat mengklaim Tumit Friar ( "Friar's Heel" ) adalah perubahan nama "Freya's He-ol" atau "Freya Sul", dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi "laluan" dan "hari matahari" menurut turutan.

Stonehenge dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah mengurus pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika. Selepas ia didirikan kembali berdekatan Amesbury, Geoffrey menceritakan dengan lebih lanjut bagaimana Uther Pendragon, kemudian Konstantinus III, dikebumikan di dalam bulatan batu tersebut. Dalam karangannya Historia Regum Britanniae, Geoffrey mencampurkan legenda Inggris dan khayalannya pada banyak tempat; menarik bahwa dia mengaitkan Ambrosius Aurelianus dengan monumen prasejarah ini, melihatkan bagaimana terdapat bukti nama yang sama antara Ambrosius dengan Amesbury yang berdekatan.
dan terakhir kake saya pernah bilang bahwa "sesuatu yg luar biasa tidak akan terpecahkan jika hanya memakai teori atau akal, tetapi sesuatu yang luar biasa akan terpecahkan oleh iman kita"

Anonymous said...

Yup saya setuju dengan teknologi2 sederhana yang bisa membantu pembangunan keajaiban (Stone Henge) yang menakjubkan ini.

Masalahnya

" Pada 2.600 - 2.510 SM stone hange dibangun dgn 80 blok batu bluestone yang masing-masing memiliki berat sekitar 4 ton."

Ini mengasumsikan 80x4= 320 ton

" Pada 2.600 - 2.510 SM. Kali ini, para arsitek tersebut menggunakan 30 batu raksasa. Batu-batu yang disebut Sarsen ini memiliki berat masing-masing sekitar 25 ton"

Mengasumsikan 30x25= 750 ton

Ilustrasi (setelah saya sama ratakan). Jika perhitungan saya salah tolong perbaiki :

Jika batu seberat (4+25:2=14.5 ton) dibawa sejauh +/- 400 km dibawa dengan 5 pohon (ilustrasi), Pohon akan terlalu lelah dan canggung bahkan rusak untuk menyeretnya, sehingga pohon tersebut akan diganti disetiap batu yang dibawa. Pada kenyataannya ada lebih dari 110 batu-batu yang membentuk lingkaran, belum lagi kondisi relief tanah dulu yang kita tidak isa membayangkannya. Sehingga setidak2nya jika 1 km dibutuhkan 1 batang pohon untuk mendorongnya maka 400 km x 110 batu ( 14.5 ton) = 44000 batang kayu / 14.5 ton batu.

Memang setelah saya baca di wikipedia tidak2 ada tanda disana bekas hutan dan semuanya dataran ladscape. Jadi rasanya mungkin tidak dimungkinakan jika media yang digunakan adalah kayu.

Lagipula orang yang sudah menempuh perdaban sampai 2500 BCE tidak akan menyia2kan pohon yang notabene adalah sumber daya kehidupan mereka. Karena sebetulnya roda2 besi mungkin sudah bisa dibuat disana, apalagi untuk mereka yang sudah menncapai peradaban tingkat tinggi (Stone henge)

BTW, tapi saya agak setuju dgn teori Pengangkatan dengan lift roda kayu hehehe.

-Gak ngeblog lagi-

MJ said...

Apa kita begitu pintar? Shg menganggap orang2 dulu bodoh.

Memang, jika orang2 dulu kita beri teknologi sekarang, mereka akan kikuk dan terkesan bodoh. Tapi, coba jika kita berada dalam zaman orang2 dulu ketika membangun bangunan2 kuno, pasti kita juga akan seperti itu. Takjub dan terlihat bodoh.

Ingat! Yang berkembang dari manusia bukan kecerdasannya, tapi ilmu yg dipelajarinya.

Anonymous said...

@anonim 45
menurut saya ada beberapa kesalahan di argumen anda
1. 80 blok batu dan 30 batu raksasa itu tidak diangkut bersamaan jd anda tidak bisa mengkalkulasikannya begitu saja
2. anda blg dibawa sejauh +/-400km tp mnrut saya lbh tepat klo dibilang sejauh +/-260 mil
3. jgn menganggap bahwa pohon zaman dulu serapuh pohon zaman sekarang
4. saya krg setuju mengenai roda besi tp klo roda batu masi memungkinkan

Lica Lawliet said...

keren.. mana nih request sy bro? sy tungguin terus loh selama 8 bulan ini.. hehe :P

metamorf21 said...

Kalau saya sendiri lebih percaya sama teori Prof. Bruce Bradley karena lebih masuk akal dan (hampir)bisa dibuktikan...

kalau sempet main ke blog saya ya...
coretan21.blogspot.com....=)

Anonymous said...

broo,, sekali kali tampilkan artikel yang ringan dan informatif bro, tdk perlu yang sifatnya mengulas :D
nice,,, aku suka blog ini..

Haryadi Be said...

@Lica L

Hah? 8 Bulan? wah kalo ibu hamil udah siap2 mau melahirkan tuh...:P

enigma said...

@Anonymous 51: padahal kali ini saya bikin artikel yang panjang karena belakangan ini sering bikin artikel ringan. haha.
Anyway, pasti bro. saya juga suka artikel yang ringan soalnya.

Anonymous said...

ahahaha... kenapa malah teman2 lebih tertarik ke raksasanya ya...??

Allerio said: "lebih sederhana namun cocok untuk manusia pada taraf kecerdasannya di zaman itu."

waduh mas allerio... saya agak ga setuju nih... "taraf kecerdasan" manusia itu ga bisa diukur dari dia hidup dijaman mana. selama manusia punya keinginan/rasa ingin tahu, otaknya pasti bakal bekerja.

@ Mr. E: Hebatnya, Lubbock berhasil menentukan umur Stonehenge secara akurat dan ia juga dengan tepat memperkirakan kalau monumen itu dibangun pada periode yang sangat lama.

gimana kita bisa tahu keakuratannya??? sedangkan tidak ada yg tahu pasti monumen itu didirikan kapan. semua hanya berdasarkan "taksiran" usia karbon. atau ada pembanding lain?

wah... Wally dkk menunjukan pada kita apa yg ga terlihat selama ini. Krn kita udah terbiasa berpikir "dalam kotak", ketika kita disuguhkan monumen stone henge, secara otomatis kita langsung berpikir (tanpa sadar, krn kita terbiasa hidup di era teknologi mesin) bahwa monumen tsb didirikan dgn TEKNOLOGI MESIN CANGGIH. eeeeh, ternyata ilmu fisika menguraikan semuanya dengan sangat sederhana.... Ternyata kemampuan OTAK manusia diciptakan dengan sempurna dijaman apapun!!!hehehe.

Bravo Wally DKK!!!!

Ms. Terry

Anonymous said...

@ eris-wald: eh saya pernah denger loh dari kakek buyut saya (kakeknya ibu), katanya perekat kuat candi borobudur itu adalah... gravitasi n seoles putih telur pada setiap tempelan batunya!! hahaha... butuh berapa banyak telur ayam tuhhh?!?!?!

Ms. Terry

enigma said...

@Ms.Terry: memang pembandingnya hanya tes karbon. Hebatnya lubbock, taksirannya mengenai umur Stonehenge telah dikemukakan sebelum tes karbon dilakukan.

Anonymous said...

masih ganjil..
apa mungkin mengangkut batu ke atas batu lainnya dengan menggunakan teknik roda kayu??
butuh keakuratan yang sangat tinggi jika harus menghitung jarak,diameter roda, kecepatan putaran, karena jika dilihat dari batu-batu di stonehenge sepertinya tidak memiliki permukaan rata diatasnya..
mohon maaf jika pernyataannya salah...

Anonymous said...

@prof Krauss

Saya setuju dengan anda, bahwasanya tekhnologi yang digunakan mungkin sangat sepele dan kita terlalu membayangkan hal-hal yang rumit.

mengenai ukuran raksasa tersebut, saya cuma mengulang apa yang dituliskan oleh sdr. Gandhet Sukempo (comment no. 21) yang diambil dari The Old Testament...

Thank You...

Regards,
JMC

Ilham said...

@Anonymous no.57: Memang betul. akan butuh perhitungan yang akurat untuk bisa mengangkut batu sejauh itu. Tapi kita percaya mereka bisa melakukannya kan?

Anonymous said...

@Mr.E: wah.berarti ada cara lain dong yaa? Lubbock hebatttt!!! sesuai tagline Mr. E, "selalul ada sisi yang lain", Mr. Lubbock juga punya tagline "selalu ada cara yang lain". Bagus, supaya kita bisa belajar thinking out of the box. :)

Ms Terry

Gandhet Sukempo said...

hehehe... Ma'af saja kalau misalnya pendapat saya dinilai terlalu berbau unsur agama, tapi menurut saya kitab perjanjian lama merupakan salah satu peninggalan catatan sejarah yang tersusun rapi dan yang masih dapat kita baca dan mengerti. Sbab banyak diceritakan di sini kebudayaan kebudayaan kuno dan masa jaya bangsa - bangsa kuno, seperti misalnya Mesir yang mana diceritakan berkali - kali merupakan suatu kerajaan yang kuat dan memiliki kebudayaan yang tinggi serta subur dan makmur. Jadi tidak heran jika saat itu bangsa Israel berbondong - bondong datang ke Mesir saat di tanah Kanaan terjadi kelaparan hebat.
Memangnya mau dari catatan mana lagi kita bisa mengetahui tentang cerita - cerita bangsa - bangsa kuno di jaman dulu, mengetahui bahwa banyak peninggalan jaman dulu yang tidak dapat kita mengerti. Oleh karena itu, saya mengambil sumber dari yang bisa saya baca dan saya mengerti, terlepas semua itu dari unsur agama.

"noe" nugraha said...

Whoaaa!!! keren bang enig!!!

menurut pendapat saya orang-orang yang mengunakan teori alien (dan mempublikasikannya) bener2 no hope banget!!

saya sangat setuju dengan kata2 bang enig yang menyebutkan bahwa "Bangsa-bangsa kuno yang hidup ribuan tahun yang lalu ternyata tidak sebodoh yang kita duga"

orang2 kuno itu ngak cuma bisa ngomong uga-uga-gubabbaba kayak yang kita liat di tipi..saya yakin mereka sepintar manusia modern sekarang..yang membuat mereka berbeda cuma keterbatasan teknologi saja..

analoginya gini..setiap manusia menemukan teknologi baru, teknologi lama pasti mau gak mau pasti akan ditinggalkan..nah dengan sejarah peradaban manusia yang udah beribu-ribu tahun..pasti teknologi lama sudah jauuuuuuuuhhhh terlupakan dan ngak dipakek lagi..

nah,,tugas ilmuan2 dan sejarawan inilah buat menemukan dan menghidupkan kembali teknologi tersebut..ayo bapak2 profesor chemungudh eyaaa :p

dan satu lagi pliss no more alien base hyphothesis!!!

dicky inpcyber said...

Hahahahaha tenkyu bro enigma... Akhirnya diposting juga. Dari awal saya tidak akan memperdebatkan bagaimana cara pemindahannya, karena saya yakin, manusia jaman purba tidak sebodoh yang kita duga. Teori alien tidak masuk diakal saya, dengan asumsi apa gunanya alien membuat stonehenge? Utk menentukan lokasi di bumi? Apa mereka tidak punya sistem gps kah sehingga harus pakai penanda batu stonehenge agar terlihat dr angkasa? Wkwkwk

Kemudian supranatural, saya liat masih ada kemungkinannya karena area tersebut sangat terawat setelah ribuan tahun lamanya. Hal apa yg dpt membuat sebuah tempat bisa awet sekian lama? Tentu hal itu, benda itu, adalah benda keramat/suci atau semacamnya. Bisa juga pemakaman org2 suci (raja, dukun, atau korban utk para dewa ) atau pemujaan kah ? Ya masih masuk akal karena ada tengkorak2 di sekitar situs stonehenge

Bagaimana dengan teori astronomi? Peneliti "Gerald Hawkins, yang dengan menggunakan komputer berhasil menemukan kalau 165 titik pada struktur Stonehenge memiliki keterkaitan dengan pergerakan matahari dan bulan" komputer mungkin tidak memiliki kemampuan yg lebih tinggi dr manusia, karena komputer ciptaan manusia, komputer tdk luput dr yg namanya error. Namun, otak komputer (prosesor) memiliki kestabilan yg lbh baik dlm kegiatan komputerisasi seperti berhitung dll. Jadi bila ada 165 titik terkait dgn pergerakan matahari, suatu kebetulan yg luar biasa stonehenge terkait dgn aktifitas astronomi. 165 bukan kebetulan, 1 - 10 masih bisa disebut kebetulan sama.

Semoga misteri apa kegunaan stonehenge dpt terbuka seluruhnya oleh para ahli, selamat belajar.

NB: trims bro enigma, ditunggu artikel lainnya.

dicky said...

Ada sedikit pencerahan datang dari Gerald Hawkins,Seorang Profesor Astronomi.Dia mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded).Munurutnya,peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tsb.

Menurutnya,"Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu,maka anda pasti dapat menyimpulakan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu".Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.

Pada setiap batu tegak,nantinya akan merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari,sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi.Hebat ya orang-orang zaman itu.


Kutipan pernyataan gerald hawkin bro... Cuma nambahin. Sorry gua lebih demen teori ini dah heheehe

Anonymous said...

@trop
saya masih bertanya apakah proses pembuatan stonehange sama dengan pembuatan candi dan piramid???
apakah arsiteknya seperguruan atau sesekolah???

http://budakpalembang.blogspot.com said...

tidak usah jauh2 ngambil cont0h bro,di indonesia juga ada walaupun berbeda dengan ukurang dan bentuk,Candi Prambana klo dari buku2 cerita di bangun dalam waktu satu malam yang di bantu jin,?mungkinkah ....Allah hu alam,tapi pernah anda mendegar tentang kerajaan solomon(sulaiman) yg bisa memindahkan kerajaan ratu balqis hanya sekejap mata...?dongengkah...kitab suci itu terbukti kebenaran nya,walaupun susah membuktikannya...
thanks please raply

Alen+Time travel Freak said...

itu ALIEN!!!!!!!!
Pasti kerjaan alien!
Gak salah lagi pasti alien.

Atau kalo gak itu kerjaannya Time traveler, mereka yg dari masa depan pasti udah canggih banget, pasti dengan teknologi antigravitasi mereka bisa ngangkat2 batu super guedhe en disusun kayak gitu. Tujuannya buat ngebuktiin bahwa time-travel itu ada.

Sekian dari saya, jika ada yg salah saya mohon maaf yak.

enigma said...

@Budak palembang: Yang perlu saya tekankan disini adalah: saya tidak menyangkal kemampuan supranatural dalam membangun sebuah monumen atau bangunan lain. Yang saya pertanyakan adalah klaim KHUSUS UNTUK STONEHENGE karena saya mendasarkan pendapat saya dengan premis: "Peradaban masa lampau tidak sebodoh yang kita duga" dan didukung juga oleh fakta kalau tidak ada catatan (yang memiliki validitas tinggi) yang menyebutkan mengenai kekuatan supranatural dalam pembangunan monumen itu. (Buku mengenai merlin dianggap sebagai catatan yang tidak memiliki nilai historis akurat).

Analoginya seperti ini:

Santet bisa membunuh seseorang.
Tetapi jika terjadi sebuah pembunuhan, kita tidak bisa langsung mengatakan kalau pembunuhan itu dilakukan oleh santet. A bisa menyebabkan B. Tetapi B tidak selalu disebabkan oleh A.

Jika kitab suci mengatakan kalau ada kekuatan Supranatural yang bisa melakukan sebuah aksi, maka saya percaya dan tidak pernah mempertanyakannya.

Ladida's Blog said...

wah . , hebat yah bisa buat stonehenge . ,

saya juga pernah berfikir bagaimana caranya bangunan ini dibuat . ,

makasii infonya bro enigma !!

Anonymous said...

-mysterious boy-
Mas enigma, saya ingin bertanya tentang "Theresa fidalgo" yang mungkin itu cerita lama tapi sekarang muncul kembali tentang dia mas. Dan menurut mas Enigma cerita itu hanya fiktif belaka atau memang terjadi?

Anonymous said...

@Anonim 47

yang ingin saya koreksi dari komentar saya nomor 45 adalah

44000 batang kayu/14.5 ton batu diralat menjadi semua batu atau 750 ton. Cuma itu saja.

Lagipula kalimat saya sejak awal tidak mengansumsikan membawa semua batu bersamaan. Coba dibaca lagi.

Untuk masalah jarak 260 mil itu sama saja dengan 400 km, malah lebih tepatnya (418 km). Itu hanya saya kalkulasikan saja ke dalam KM agar lebih mudah dicerna. Karena orang Indonesia jarang memakai mil.

Mengenai pohon, bisakah anda memberikan bukti bahwa pohon 2000 tahun yang lalu lebih kuat dari sekarang. Mungkin hanya diameternya saja yang lebih lebar.

Mengenai roda batu mungkin saja. Meskipun stone henge terlihat seperti peradaban stone age. Saya rasa kemampuan mereka lebih hebat daripada itu. Yahhh mungkin juga roda batu bisa dimanfaatkan. Tapi hanya menambah beban saja.

-Gak ngeblog lagi-

Anonymous said...

gimna ya cara orang jaman dahulu membangun stonehenge dengan menggunakan peralatan sederhana?

A.mempunyai kekuatan sekuat herkules
B.memiliki kecerdasan yg tinggi
C.bergotong royong
d.dibantu oleh makhluk luar angkasa

enigma said...

@Mysterious Boy: Soal theresa Fidalgo, kamu bisa baca disini:

http://phenomenaaroundus.blogspot.com/2010/05/teresa-fidalgo_22.html

Anonymous said...

http://www.ufocasebook.com/2010/thailanddec2010.html

menurut abang itu apaan?
apa itu efek visual yang pernah diposting sebelumnya?


ufo believer

dolewak said...

wah ini nih yang saya cari daari dulu
berarti intinya stonehenge ini tetep jadi misteri karena belum pasti juga kan cara-cara dan tujuannya
tapi dengan adanya pengetahuan ini berarti kita selangkah lebih dekat dengan jawabannya..hehe
semoga di postingan selanjutnya dah kejawab nih.

btw.. bahas juga dong tentang patung pulau paskah

Anonymous said...

Bang enigma, Saya mw tanya soal teknik pengangkutan batu'a.

a. Semua teori yg d jelaskan d atas merupakan teori sederhana yg bahan'a bisa d temuin d alam. tetapi teknik dan cara pembuatan'a itu terlalu rumit untuk ukuran manusia jaman dulu. contoh'a anyaman kayu yg udh berhasil menggerakan batu 1 ton itu, klo saya jadi manusia purba'a, drpd d pke buat ngangkut batu saya lebih milih itu buat jadi hiasan d rumah.

b. Kebanyakan teknik pengangkutan itu udh d teliti n udh d nyatakan berhasil org ilmuwan jaman sekarang. masalah'a ilmuwan sepinter apakah yg bisa dgn mudah'a menyatakan suatu teknik itu berhasil dilakukan untuk membuat stonehenge dan kekuatan'a bisa d buktikan hingga sekarang?

c. Universitas exeter menggunakan rel yg membuat batu" itu seringan kapas sampai" org bisa mennggeser'a hanya dgn jari. tetapi, apa mungkin org" jaman purba mengenal teknik membuat rel seperti itu? apalagi jarak'a yg kata'a mencapai 240 mil.

d. Org" biasa akan menyerah klo d suruh membuat "bangunan" dgn bahan dasar seberat 4 ton berjumlah 80 buah yg d angkut sejauh 80 mil. Jadi, menurut saya alasan knp org" itu maw membuat'a adl krn mungkin bangunan itu berperan besar untuk sesuatu d masa'a ataw bahkan bisa menyelamatkan mereka dari sesuatu klo bangunan itu d buat.

Sekian pertanyaan dari saya, mohon d maklumi klo kepanjangan.

By : Koe-Chink

enigma said...

@Koe-chink: Nah, kita kembali lagi ke pertanyaan: Apakah orang masa lampau itu tidak mampu berpikir cerdas? Kalau kamu menjawab iya, maka argumen kamu bisa diterima.

Kalimat kamu cukup menarik, mengenai kayu:

"klo saya jadi manusia purba, drpd d pke buat ngangkut batu saya lebih milih itu buat jadi hiasan d rumah."

Saya yakin, kalau manusia purba melihat kayu yang kamu jadikan hiasan itu di rumah kamu, maka ia akan mengambilnya dan menjadikannya rel untuk mengangkut batu. Haha.

Untuk poin d, saya setuju sekali dengan kamu. Pasti ada motivasi yang kuat bagi mereka untuk membangun Stonehenge sehingga mereka rela bersusah payah mengerjakannya.

enigma said...

@ufo-believer: saya rasa itu bukan efek. Kita tunggu saja dalam beberapa hari. mungkin ada pencerahan.

@Dolewak: kamu bisa membacanya secara singkat disini:

http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/06/misteri-easter-island-dan-moai.html

afan said...

di sulawesi (tenggara atau tengah?) ada patung2 batu besar kurang lebih seperti yang ada di pulau easter, udah di bahas belum?

ixan said...

"Bangsa-bangsa kuno yang hidup ribuan tahun yang lalu ternyata tidak sebodoh yang kita duga."

setuju bung!

Anonymous said...

sy pernah baca artikel ttg stonehange...memang blm terpecahkan dg sempurna bagaimana cara memindahkan batu besar itu dan juga kegunaan stonehange...
keajaiban stonehange mirip dengan piramid maya dan menara pisa...
kesimpulan yg dp kita tarik dr peninggalan2 org dahulu ialah, memang org jaman dahulu itu memiliki kebudayaan yg lebih jauh lbh baik dr kebudayaan qt skrg wlupun dibandingkan dg kecanggihan teknologi zaman skrg. Contohnya seperti kebudayaan suku maya yg bs memperhitungkan waktu astronomi dg tepat. So bagaimana dg 7 bait syair Jayabaya yg kesemuanya terbukti??(sy tidak menyebut ramalan, krn sepertinya Jayabaya tidak pernah ingin meramal, sepertinya Beliau hanya menulis syair2) adakah yg bs mengalahkan kebudayaan seperti itu skrg ini?? ada yg bisa menjelaskan knp jayabaya yg hidup jaman dahulu itu bs menulis ttg "kereta berjalan tanpa kuda" yg maksudnya mgkin mobil, "perahu layar terbang di angkasa" yg mungkin pesawat....
ini link 'ramalan' Jayabaya
http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/

Jandres said...

ENIGMA emang mantaapp....
saya pembaca barumu bro, lebih banyak postingnya donk, bosan baca yg itu2 mulu. . .

ok...........!!!

karyaselaras said...

komentar dikit bro tentang stonehenge, kalau menurut aku gampang buat banguan spt itu, jadi pertama cari lokasi yang tanahnya agak cempung, buat lubang dalam tanah lebar dan kedalamannya sesuai kan dengan tinggi tiang, masukkan tiang dalam lubang tanah beserta atapnya, setelah sesuai gambar tinggal gali tanah dan ratakan biar tanah yang tadinya cembung sekarang datar. selesai dah....

Anonymous said...

enigma,saya senang dengan informasi yang ada berikan,benar2 mendidik dan menambah pengetahuan,

Angga Rizki Ramadhan said...

@karyaselaras

ya, saya juga berpikir demikian
tapi yang masih saya bingungkan itu cara membawa batu yang sedemikian besar ke tkp
meski beberapa kemungkinan sudah dijelaskan sama om Enigma, tapi masih kurang sreg :s
hehe

hmm, saya cenderung kepada Stonehenge ini sebagai observatorium jadul :D

richiie said...

om enigma, tolong bahas ini donk .
ditunggu ya :D


http://alifrafikkhan.blogspot.com/2009/04/adolf-hitler-lari-dan-mati-di-indonesia.html

Anonymous said...

bung enigma, boleh saya tanya tentang nomor penerbangan pesawat yang menabrak WTC 9/11?

JOE

angga said...

menurut saya sih mas.. zaman dulukna manusia berukuran raksasa.. jadi mungkin saja untuk membangun stonehenge dengan kekuatan sendiri .. :D

Anonymous said...

knlkan nma saya gerardo
slam knal smua ?????
saya mrupakan pcinta blog ini
salut deh buat Master Enigma yang pinter bgt bedah2 misteri

TaKoBoyZt said...

Om Enigma..mw ralat dikit dunk..itw jg klo salah y..Hehehe
Di Bagian "John Webb mempublikasikan sebuah buku berjudul "Remarkable Antiquity of Great Britain, Vulgarly called Stone-Heng, Restored".
Itw tulisanny yg bener Stone-Heng ato Stone Henge,Om???

Anonymous said...

nice artikel, sangat berhubungan dengan hukum fisika

btw mo tanya nih, masyarakat Beaker (2.600 - 2.510 SM) itu masa hidupnya sama ya dengan masanya Wessex People (2.600 - 2.510 SM)?

enigma said...

@JOE: Yang menabrak WTC adalah American airlines flight 11 dan flight 77. Yang pasti bukan Q 33 Ny seperti yang beredar selama ini.

@Takoboyzt: memang penulisannya di judul buku itu seperti itu. Mengingat itu adalah buku kuno, mungkin penulisannya dulu seperti itu.

@Anonymous 98: ya, periodenya memang sama.

Anonymous said...

akhirnya saya adalah orang ke 100 yang komen!!

seneng banget!!


blue_screen

Anonymous said...

tapi ada banyak yang tidak kita miliki daripada orang - orang dulu itu:
1.Mereka lebih kuat fisik karena stamina mereka yang terus dilatih oleh kerasnya alam. (kebayang tuh betis segede apa!!!)
2.Cara berpikir mereka yang kreatif memanfaatkan kekayaan alam.
3.Makanan yang murni dari alam tanpa adanya terkandung berbagai zat kimia.
4.Kekeluargaannya mereka dalam sebuah kelompok
5.Ketaatan penuh dari setiap penduduk akan peraturan adatnya.

dan mungkin masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan.

tapi dilihat dari sana coba kita bandingkan siapa yang lebih 'cerdik' dari kita sekarang atau mereka yang kita bilang orang 'dulu'???

mereka bertahan hidup dari alam.
kita bertahan hidup dari apa yang kita bilang praktis.

teknologi tidak selamanya buruk selama tidak berdampak buruk bagi alam. tapi alam tidak akan pernah berdampak buruk bagi teknologi.

T.t

Anonymous said...

Stonehenge bawah airnya kok ga pernah dibahas lagi ??

Adakah perkemebangan barunya bang enigma ^^

TaKoBoyZt said...

Hoo..ic..pantesan saya bingung pas baca..kirain ada salah penulisan di judul bukuny itw..

Tq om penjelasanny..Keep Posting..Hohoho ~XD

Anonymous said...

Mr. E, apakah sudah pernah dibahas disini mengenai kasus kehilangan misterius Virginia Dare (1587)? Kalau belum tolong dibahas y Mr. E, sama penjelasan mengenai tulisan "CROTOAN" yang diukir di sebuah pohon..
Tq Mr, keep posting bro.. :)
Gbu

cholid __G (cholid zufar) said...

kaka'bukan nya pesawat yang menubruk wtc itu animasi tingkat tinggi ya terlihat pesat menembus gedung mirip siluman gitu sebelum gedung itu meledak betul kan?

Anonymous said...

Waktu kuliah tentang Konsep Teknologi, Teknologi itu ada karena didorong oleh kebutuhan dan atau keinginan (tentu saja kebutuhan adalah motivasi utama).

Jaman purba dulu orang - orang cuma butuh hal-hal yang sangat sederhana; makanan, tempat tinggal dan sosialisasi (dasar kebutuhan kita). Bayangin aja suku pedalaman yang masih "primitif" yang bahkan ada di tanah air kita. Mereka tidak lebih bodoh dari kita, tapi mereka memang cuma butuhnya hal-hal sederhana, bandingkan dengan orang kota yang kebutuhannya macam - macam.

Hal ini saya rasa juga mematahkan teori evolusi. Kapasitas berpikir manusia pertama ataupun manusia jaman sekarang adalah sama, tidak ada istilah "evolusi otak".

Terus mengenai waktu pembangunannya yang mulai dari 3500 SM sampai 2500 SM (1000 tahunan). Pertanyaan saya apakah perancang stonehege yang terakhir memang mempunyai visi/tujuan yang sama dengan perancang pertama, mengingat lamanya rentang fase pembuatan? Jika iya maka hebat sekali budaya atau agama yang diturunkan pada zaman itu.
Pertanyaan kedua apakah pada masa itu orang-orang sudah memikirkan soal kebanggaan membangun bangunan yang megah dan awet ribuan tahun sehingga dikagumi cucu cicit mereka? Saya rasa jawabannnya iya karena selain otak, sifat manusia kapan pun dan dimana pun pastilah sama. Jadi ada kemungkinan bangunan itu dibuat selain karena kebutuhan juga untuk prestasi atau kebanggaan.

*Jangan lupakan juga bahwa sebenarnya jaman dulu banyak bangunan yang hebat, tetapi karena bangunannya atau catatannya dihancurkan oleh musuh, kita tidak dapat mempelajarinya. Kalau tidak begitu mungkin kita bisa mendapatkan pemahaman yang utuh tentang hebatnya peradaban nenek moyang kita*



Salam... Anak Kuliahan

Zeithmind said...

nice artikel brother!!!
seiring dgn perjalanan waktu pasti suatu saat misteri stonehenge bakal terjawab.

kolu said...

bahas astral projection ..kk!
astral projection apakah kk enigma pernah mencoba astral projection???
pliss...!!!!
kk enigma pernah melakukan astral projection blo???

Anonymous said...

@anak kuliahan:

"Waktu kuliah tentang Konsep Teknologi, Teknologi itu ada karena didorong oleh kebutuhan dan atau keinginan (tentu saja kebutuhan adalah motivasi utama)."


pertanyaannya, stonehenge itu dibangun karena didorong oleh kebutuhan atau keinginan apa?
Ingin dikenang/dikagumi saja? atau ada alasan lainnya, misalnya untuk observatorium? Kalau iya, pertanyaannya kenapa mereka merasa perlu untuk membangun observatorium itu? apa urgensinya?

Anonymous said...

manusia pada jaman nabi adam gedenya sekitar pohon klapa yg besar. jdi mungkin aj batunya diangkat biasa.

Anonymous said...

wah mantap nih topic nya...kalo aku beranggapan untuk jarak 20 mil sangatlah mustahil menggunakan alat bantu..kemungkinan mereka memanfaatkan aliran sungai yg ada disekitar nya.

Reza Winandar said...

Ya bisa aja, semakin lama manusia itu akan semakin lemah, berati orang zaman dulu kuat-kuat kan?

Bazrax said...

stonehenge adalah bukti telak bahwa teori Darwin cuma khayalan semata, dari zaman Nabi Adam ( baca : Manusia awal di Bumi ) saja manusia sudah mengerti cara bercocok tanam dan berternak apalagi tehnik membentuk struktur bangunan aneh yg maha besar...ingat, dengan otaknya...sikap, cara pandang, orientasi hidup dsbnya Manusia akan selalu beradaptasi sesuai dengan keadaan zamannya...pada masa itu, stonehenge tak lebih dari sebuah Kuil,candi atau apapun yg digunakan sebagai Simbol..ya, Simbol adalah Warisan dari Intelektualitas manusia turun temurun...dimana semuanya merujuk ke dalam 1 Hal : Bahwa Ada Dzat yang harus disembah dan dimintai pertolongan oleh manusia.

Kesimpulan dari Nubitol.

Anonymous said...

gung tigers:

cobain brooo... video youtube stonehenge dari national geograpic

http://www.youtube.com/watch?v=-6oxmxPKoSE

Anonymous said...

keren nih penjelasan insinyur-insinyurnya!
betul juga tuh caranya.
pada intinya dengan menggunakan roda ya?

Anonymous said...

ya tinggal diangkat trus ditumpuk..gitu aja kog repot

Delicia said...

kalo emank bgtu cara ngangkat Batu gede seberat itu...

emank orang jaman dlu pasti bgtu angkat batu'a ya??

teguh said...

kalau dilihat dari manusia saat ini, jelas ga mungkin dan bingung gimana membangun bangunan megalitik. tapi kalau lihat dari hadist, nabi adam tingginya 60 hasta (hasta nabi muhammad= hasta manusia sekarang, 1 hasta = pajang tulang hasta yaitu lengan bawah, kira2 1 hasta sekitar 0.5 m). maka tinggi nabi adam sekitar 20m an. dan dalam hadis dikatakan, manusia semakin kesini semakin mengecil, hingga akhirnya manusia tingginya hanya sejengkal (apakah maksudnya sejengkal nabi adam? karena sangat masuk akal 1 jengkal = 1/10an tinggi manusia itu. Jadi kalau orang jaman dulu memang besar2 dan tinggi2, maka bangunan megalitik, dan memindahkan batu besar dengan jarak yang jauh, sangat memungkinkan

Anonymous said...

Kalau kita kaitkan dengan istana batu milik Edward leddskalnin, peletakkan batu itu sepertinya tidak mustahil. saya lebih condong peletakkan batu itu untuk tujuan astronomi. karena kehidupan jaman dahulu selalu memperhitungkan kaidah astronomi utamanya pergerakan bintang2, benda2 angkasa, atau bahkan pergerakan bumi itu sendiri untuk tujuan ilmu pengetahuan atau untuk membantu kehidupan masyarakat pada masa itu (cocok tanam, gerhana, dll). pembuatnya mungkin sekumpulan ilmuwan cukup dengan menggunakan roda batu (seperti kendaraan Flinstone) dengan bantuan orang banyak. tidak perlu berfikir rumit bagaimana mereka menarik atau menegakkan batu. cukup dengan mengerek batu dengan kayu gelondongan lalu diletakkan diatas roda batu flinstone(kita terlalu berfikir jauh, padahal cara sederhana ini menurut saya cukup bisa dilakukan, dengan jumlah orang yang cukup tentunya). Tidak ada yang misterius... kembali ke topik awal bila dikaitkan dengan istana edward maka akan lebih mudah dilakukan. asal kita tahu ilmunya...

(^_^) said...

As. salam kenal smuanya...
mas E sy mau nanya, ada tidak fenomena langit yg tiba2 menjadi separuh merah?, apa bila ada apakah dapat di jelaskan pnyebabnya?, sy menanyakan ini karna sy pernah melihatnya.
mohon penjelasannya Terimakasih....
saya suka blog anda

Kunyuk Pelempar said...

Wah.. Bung Enigma telah merusak Teori Saya sebelumnya, klo "Stonehenge dibuat oleh Megatron dan kru untu berkomunikasi dengan The Fallen (yg ada di Cybertron)"

kecewa dehh..

Menanam Duit said...

Bung E sebenarnya sudah terlalu banyak membahas soal klenik. Tapi karena selalu ingin memisahakannya secara tegas dengan pengetahuan ilmiah jadi gak ngaku.

Mereka para ilmuawan (yahudi) yang menyadari keberadaan syaitan dalam teori mereka selalu menyebutnya sebagai faktor X. Jika ada pengkajian ilmiah menyebutkan syaitan akan dituding tidak ilmiah.

Silahkan baca buku Sigmund Freud, Pengantar Psikoanalisis, bagaimana beliau memperjuangkan teorinya supaya dianggap ilmiah.

Qur'an secara jelas menyebutkan makhluk ExtraTerestial manusia yang disebut alien (asal kata aliansi), faktor x. Bahkan bahasa Arabnya katanya Jin (tersembunyi) dan Ins (tampak).

Menanam Duit said...

O, ya, satu lagi. Silahkan simak lagunya Bondan Prakoso and Fade to black yang ada kata faktor x.

Jeri said...

Hominoids, homo habilis, homo erectus, homo sapiens, ato mungkin jg kaum homosex, hehehe:piss...itu semua hanyalah imaginasi liar darwin semata, manusia jaman dahulu sampai dgn manusia jaman sekarang hanya beda di ukuran tubuhnya saja,dgn mksd agar bisa survive sesuai kondisi alam pd era masing2, uk.tubuh manusia skrg mengecil krn kehendak Tuhan, jumlah manusia semakin banyak ditambah semakin "anehnya" cara olah makanan dsbnya.....menurut saya, Stonehenge adalah bukti bahwa Logika manusia itu sudah ada dari awal manusia ada di muka bumi....keep post bung e !!! good job.

Godra25 said...

begitu liat video para pakar.. sya senyum2 sendiri.. ternyata hanya se-simple itu.. nice post

btw, jadi pengen liat ini blog diangkat ke TV deh.. jadi semacam Naked Science gitu :D

Anonymous said...

Om enig..hehe..mau iseng nanya nih..
Kalimat terakhir menyinggung masalah bodoh..bener ga sih sebenernya orang2 jaman dulu tuh lebih pintar dari orang2 sekarang gara2 tujuan dari iluminati yang perlahan lahan membuat manusia menjadi bodoh?

Lufias said...

keliatan WAH kalau ngliat hasilnya tapi jadi biasa ajah kalau udah tau trik nya, kaya sulap ajah.

Anonymous said...

Saya mau berkomentar, bukannya manusia zaman dahulu memang tinggi" dan besar"? Bukannya nabi adam saja tinggi sekali? Kalau menurut saya wajar jika mereka bisa membuat batu seperti itu.. :)

Post a Comment